Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Kamis, 20 Oktober 2022

Komisi IX DPR dan BKKBN Ajak Masyarakat Purworejo Bantu Turunkan Stunting

PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID – Permasalahan stunting di Indonesia saat ini masih cukup tinggi dan memprihatinkan, yaitu di angka 27 persen. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024 mendatang. Guna menyelesaikan permasalahan itu perlunya adanya penanganan secara serius dan bersama-sama. 

Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari dapil 9 Jawa Tengah, Hj Nur Nadhifah SAg MM saat menggelar acara Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja BKKBN Provinsi Jawa Tegah di Gedung Nahdlatul Ulama (NU), Kelurahan Lugosobo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo,  Kamis 20 Oktober 2022. 

Selain anggota Komisi IX DPR RI, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo, Ahmat Jainudin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Frans Suharmaji dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Purworejo Toha Mahasin. 

Hadir sebagai peserta di antaranya perwakilan Fatayat, Muslimat, Anshor, Banser dan kader pendamping keluarga. Nur Nadhlifah mengatakan, permasalahan stunting merupakan persoalan yang harus dituntaskan secara bersama-sama baik oleh Pemerintah Pusat, Provinsi, Daerah dan seluruh elemen masyarakat. 

"Untuk itu, saya mengajak seluruh warga Kabupaten Purworejo turut serta membantu dalam program percepatan penurunan stunting ini," katanya saat ditemui di sela kegiatan. 

Disampaikan, Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan stuntingnya. Target Presiden di tahun 2024, stunting bisa turun di angka 14 persen. "Jadi hari ini secara nasional masih 27 persen. Satu tahun untuk menurunkan itu kan harus kerja keras yang luar biasa, sementara stunting lebih dominan karena perilaku orang tuanya terhadap bayinya, terhadap kehamilannya, menyampaikan anak itu stunting atau tidak, jejak orang tua yang punya anak remaja yang mau menikahkannya, melahirkan dengan usia terlalu muda juga berisiko. Maka saya merasa terpanggil bersama dengan temen-temen NU, aktivis NU juga ada Fatayat NU, Muslimat NU dan lainnya, untuk mengajak turut serta menangani masalah itu," ungkapnya. 

Menurutnya, pemerintah tidak akan pernah berhasil menyelesaikan persoalan itu tanpa dibantu oleh masyarakat. Karena hal itu terkait dengan perilaku masyarakat. "Kalau mbangun pembangunan, pemerintah bisa membangun, tinggal mbayar kontraktor langsung kerja, tapi kalau perilaku, pola hidup itu yang mbangun adalah masyarakatnya sendiri. Maka kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa bareng-bareng membantu menyelesaikan masalah stunting ini," jelasnya. 

Disebutkan, di Jawa Tengah angka stunting juga masih tinggi, di sekitar  26 - 27 persen. Angka itu didominasi oleh Kabupaten Brebes, Tegal, Kendal, Cilacap dan lainnya yang masih banyak dan ada persoalan stuntingnya. "Di Purworejo alhamdulillah sudah mencapai 14 persen, di bawah rata-rata nasional, tapi ini tidak bisa kemudian kita lengah, karena sekarang rendah dua tahun yang akan datang bisa tinggi, karena ini kan penyakit perilaku, maka eksistensi perilaku masyarakat itu penting," ujarnya. 

Diumpakan, pendidikan SD atau SMP, tidak bisa secara langsung tampak seketika perubahan perilaku hidupnya, beda dengan membangun fisik maka perlu penanganan secara kontinue terus menerus, dengan menggandeng lembaga pendidikan, organisasi-organisasi masyarakat, dan semua komponen yang terlibat di masyarakat untuk diajak bersama-sama dalam penanganan stunting. 

"Di sebelum pandemi stunting itu tidak setinggi ini, tapi pasca pandemi naiknya tajam," ucapnya. 

Adapun faktor yang mempengaruhi yaitu stunting lebih banyak karena kekurangan gizi kronis dalam waktu yang panjang, pola makan yang tidak baik dan jenis makanan sehat yang dimakan. 

"Pesan saya kepada seluruh masyarakat Purworejo dan sekitarnya, mari kita perhatikan terhadap anak-anak kita yang mau menikah, hamil dan memiliki bayi di bawah dua tahun, kualitas anak itu ditentukan di usia ini. Kalau di usia ini gizi anak cukup insyaallah kedepanya dia baik," pesannya. 

Acara Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting itu juga diisi dengan pembagian hadiah undian doorprize menarik dengan hadiah utama sepeda gunung, televisi, kompor gas, setrika voucher belanja dan hadiah menarik lainnya. (widarto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com