Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Rabu, 20 September 2023

Sengkuyung HUT RI, Warga 5 Desa di Kecamatan Bener Ikuti Parade Seni dan Budaya

PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID - Ratusan warga dari lima desa di Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, turun jalan guna menyengkuyung dan mengikuti parade seni dan budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia yang diselenggarakan warga Desa Legetan,Kecamatan Bener, pada Minggu (10/9/2023). 

Lima desa yang ikut menyengkuyung kegiatan itu yaitu Desa Guntur, Desa Nglaris, Desa Limbangan, Desa Karangsari dan Desa Legetan yang menjadi penyelenggara. Uniknya warga dari lima desa yang ikut pawai itu mayoritas merupakan anggota Masterbend atau masyarakat terdampak proyek strategis nasional pembangunan Bendung Bener yang dilaksanakan di Desa Guntur. 

Berbagai kreativitas seni dan budaya ditampilkan dalam kegiatan itu, juga sejumlah ogoh- ogoh dan replika hewan, dan sejumlah grup kesenian serta group drumb band dari sekolah yang ada di Kecamatan Bener. Mereka melakukan pawai dengan start dan finish di lokasi dekat kantor Desa Legetan dengan menyusuri jalan utama di desa itu dengan menempuh jarak kurang lebih 6 Km. 

Tampak ribuan warga dari berbagai daerah turut memadati tepian jalan yang dilalui guna melihat secara langsung kemeriahan pawai parade seni dan budaya itu. Tak hanya pawai, ada sedikitnya 9 jenis kesenian yang dipentaskan dan dipertontonkan sebagai hiburan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di Desa Legetan. 

"Hari ini Desa Legetan melaksanakan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, dengan kirab bidaya. Di mana kegiatan ini juga disokong oleh desa-desa sekitar, mereka ikut nyengkuyung sehingga bisa disaksikan kegiatannya begitu meriah dan menyenangkan," kata pembina Masterbend yang juga sebagai wakil ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, R Muhammad Abdullah, saat ditemui usai mengikuti kegiatan. 

Disampaikan, tema yang diusung dalam kegiatan itu masih dengan tema berskala nasional yaitu terus melaju Indonesia maju, namun demikian juga ada tema lokal yang diusung yaitu pelestarian budaya budaya asli daerah. "Yang menarik adalah antusiasme warga yang luar biasa, semua serba mandiri, mereka biaya sendiri, apa-apa serba sendiri, ini membuktikan bahwa masyarakat masih mencintai negeri ini dan ini mestinya menjadi momentum bagi para pejabat, untuk dapat memikirkan rakyat dengan baik, jangan kemudian berlaku korup, sekaligus juga warning bagi aparat untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya sehingga hukum dapat berkeadilan baik ke atas maupun ke bawah," ujarnya. 

Dijelaskan, lima desa yang terlibat pawai itu sebagian besar merupakan warga yang terdampak proyek strategis nasional bendungan Bener. Yakni lahan-lahan di lima desa terkena dampak, atau warga yang nemiliki lahan yang terdampak bendung Bener, sehingga Masterbend ikut pawai karena anggotanya dari berbagai desa yang ikut dalam karnaval itu. 

"Maka hari ini kita ikut memeriahkan sekaligus menunjukkan bahwa Masterbend masih selalu ada dan eksis sepanjang masa," ucapnya. 

Pesan yang diusung oleh Masterbend dalam kirab seni dan budaya itu adalah berharap masyarakat di seputaran bendung Bener tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah, di mana masyarakat di sekitar bendungan itu masih perlu diberdayakan, salah satunya dengan cara dimana rakyat diberi kesempatan untuk mengelola green land atau lahan hijau yang ada di seputar tapak bendung, sehingga nanti meskipun mereka lahan-lahan mereka telah habis tergerus untuk bendungan Bener, mereka masih dapat beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka. 

"Secara langsung tidak terlibat proyek tapi bahwa ada sebagian warga yang di dump truk, kemudian ada yang berprofesi sebagai penyedia material dan lain lain, sebagian mereka dilibatkan, berperan dalam pembangunan fisik bendung Bener. Dan kita berharap bendung Bener nantinya ketika selesai mampu menjawab tentang kesulitan air di sekitar warga sini, kita mengetahui di beberapa tempat kesulitan air, kemudian wisatanya dapat dikembangkan sedemikian rupa, ada efek ekonomi yang baik bagi masyarakat sekitar yang nantinya mampu menyejahterakan masyarakat dengan hadirnya bendung Bener," harapnya. 

Diterangkan, bahwa seni dan budaya yang ditampilkan dalam kirab seni dan budaya itu masih mayoritas adalah seni budaya atau tradisi-tradisi lokal yang dimiliki, sehingga antusiasme warga, sehingga masyarakat yang menyaksikan budaya-budaya tersebut, ini menjadi parameter, indikator bahwa masyarakat masih sangat menyukai dengan budaya-budaya yang ada sehingga perlu dilestarikan dengan baik. 

"Dan yang membuat kita senang adalah tadi pelaku budaya lokal ini rata-rata adalah anak- anak milenial, anak-anak muda sehingga ini perlambang positif, bahwa generasi muda kita masih mempertahankan tradisi-tradisi budaya yang kita miliki. Dan sudah menjadi kewajiban kita bersama, pemerintah dan masyarakat melestarikan budaya budaya tradisi yang ada," terangnya. (widarto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com