Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Rabu, 26 Juli 2023

Perlu Ubah Pola Pikir Petani menuju Pertanian Organik

Catatan Kelompok Tani : Kabar Tani Lestari 

Dr Rachmat MMAgr
DENGAN berkembangnya budidaya pertanian, muncul berbagai produk-produk pertanian yakni beragam varietas tanaman pertanian. Di mana cakupannya pertanian dalam arti luas (pertanian rakyat, perkebunan, perikanan dan kelautan serta kehutanan), yang otomatis kebutuan pupuk semakin meningkat. 

Dari sini muncul demand/permintaan dan produsen yang tidak seimbang, sehingga harga produk (pupuk kimia/anorganik) menjadi mahal. Kemudian bahan pupuk anorganik yang sebagian besar produk impor, biaya impor makin lama semakin mahal. 

Petani Indonesia sangat tergantung dengan pupuk kimia (anorganik), walaupun biàya tinggi dan merusak lahan pertanian secara lambat laun, dan mengabaikan perhitungan ekonomi. Harus diakui, produsen maupun konsumen kurang memahami kualitas produk pertanian organik, sehingga para petani sulit untuk beralih ke pertanian organik yang rendah biaya dan kualitas baik erta sehat, dan pertanian organik tidak merusak lingkungan pertanian. 

Petani Indonesia mayoritas tolak ukur keberhasilan pertanian diukur dari besaran pupuk dan obat pertanian yang digunakan (pupuk kimia dan obat-obatan komia), bukan dari hasil atau margin keuntungan, sehingga petani berlomba-lomba mencari pupuk kimia, tidak menghitung untung ruginya.  

Pola pikir petani sudah terpaku dengan pupuk kimia, enggan beralih ke  pupuk organik, sebagai bahan substitusi yang bisa menekan biaya produksi. Dan bagi pemerintah khususnya pasar, tidak mau meningkatkan/membedakan harga secara signifikan, antara produk pertanian organik dengan anorganik. 

Hal-hal demikian yang membuat harga pupuk anorganik mahal dan menjadikan kelangkaan pupuk anorganik (kimia) di pasaran. Petani biasanya menyalahkan pemerintah, yang sebenarnya juga kesalahan dari diri sendiri para petani namun kurang menyadari. (*) 

 

penulis   : Dr Rachmat (Ketua Kabar Tani Lestari) 

editor     : tomo widodo  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com