Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Senin, 29 Mei 2023

Reses DPRD, Petani Keluhkan Sulitnya Membeli Pupuk dan Solar

Untuk Kebutuhan Pertanian, Reses di Desa Kroyo Kecamatan Gebang - Purworejo

PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID - Kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi serta kesulitan untuk membeli BBM jenis solar bagi petani, menjadi persoalan utama yang disampaikan warga dalam reses masa persidangan II tahun 2023 yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Fraksi NasDem di Dapil Purworejo VI (Gebang, Bener, Loano), Muhammad Abdullah SE SH,MAP. 

Dalam reses itu, petani mengeluhkan aturan kartu tani yang menyulitkan petani untuk bisa mendapatkan pupuk bersubsidi yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk di lahan pertanian warga. Dalam reses itu pula, warga yang datang mayoritas sebagai petani berharap kepada Abdullah untuk bisa mendorong pemerintah mencarikan solusi atas masalah kartu tani dan pupuk bersubsidi di lapangan serta memudahkan pembelian solar di SPBU yang ada di Kabupaten Purworejo. 

"Dari beberapa kali pertemuan dengan warga masyarakat di Dapil VI ini ada dua hal yang selalu muncul dipertanyakan oleh masyarakat, yang pertama adalah soal pupuk bersubsidi, di mana mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, di mana mereka sampaikan pupuk bersubsidi ini mengalami kesulitan untuk mereka dapatkan semenjak munculnya kartu tani. Dan yang kedua persoalan yang muncul adalah persoalan pembatasan BBM, di mana petani-petani yang menggunakan mesin traktor dan lainnya, kesulitan untuk membeli solar di SPBU-SPBU, yang kemudian meminta campur tangan pemerintah agar mereka tidak dipersulit dalam rangka mencari BBM untuk kebutuhan mereka dalam bidang pertanian," ungkap Abdullah saat ditemui di sela kegiatan reses, di salah satu rumah warga Desa Kroyo, Kecamatan Gebang, Minggu (28/5/2023). 

Dalam reses yang digelar di Desa Kroyo itu, Abdullah bertemu dengan sekira 110 warga dari 10 desa di Kecamatan Gebang yang diundang untuk menghadiri reses. 10 desa itu di antaranya Desa Seren, Gintungan, Rendeng, Kroyo, Mlaran, Pelutan, Bendosari, Wonotopo, Ngemplak dan Ngaglik. 

"Reses tepatnya di Desa Kroyo ini, di mana kami bertemu dengan masyarakat Desa Kroyo dan sekitarnya. Alhamdulillah dari daftar hadir semuanya hadir 110 orang dan pertemuan cukup hangat, cukup dinamis, terbukti tadi dari masyarakat juga menyampaikan beberapa aspirasi dan harapan serta persoalan-persoalan mereka di tengah masyarakat," katanya. 

Menurutnya, terkait persoalan pembatasan BBM, merupakan domain dari pemerintah pusat atau domain dari Pertamina itu sendiri, dan hal itu adalah di luar kewenangan pemerintah daerah. 

"Akan tetapi dengan banyaknya persoalan di daerah, mestinya pemerintah daerah menyampaikan persoalan yang dihadapi warga, baik itu melalui pemerintah pusat atau kemudian bisa menyampaikan secara langsung kepada Pertamina agar ada perbaikan- perbaikan regulasi sehingga tidak menyulitkan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan untuk kepentingan pertanian, alat pertanian dan lain sebagainya," jelasnya. 

Menanggapi apa yang menjadi aspirasi dan keluhan dari warga dalam reses itu, Abdullah berencana membawa persoalan itu dalam persidangan di DPRD dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak yang berwenang menangani kedua masalah itu. 

"Ya terkait dengan respon saya terhadap aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan dua hall tadi, yang satu masalah pupuk yang kedua masalah BBM, karena dua-duanya kebetulan ini adalah bukan domain pemerintah daerah kabupaten, maka tentu kita hanya bisa menyampaikan persoalan-persoalan tersebut kepada yang berwenang dalam hal pupuk dan selanjutnya disampaikan ke pemerintah povinsi, kemudian dengan kaitanya BBM tentu kita akan sampaikan, ke pemerintah pusat atau ke Pertamina, harapanya kemudian pemerintah bisa merespon dengan baik kemudian melihat realita di lapangan, bahwa kebijakan- kebijakan yang dilakukan ternyata menyulitkan sebagian orang yang berprofesi sebagai tani misalkan, yang ini mungkin awalnya kurang diantisipasi, sehingga dengan peristiwa-peristiwa kejadian seperti ini bisa menjadi bahan koreksi kebijakan agar rakyat kemudian semakin dimudahkan atau tidak dipersulitkan," ujarnya. (widarto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com