Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Senin, 31 Agustus 2015

Tobat Nasional, Kembali ke Pola Nasionalis Sesungguhnya

Penulis: Engineer,  Advokat, Aktivis Dayak  

 
KRISIS ekonomi global saat ini bukan saja melanda Indonesia, tapi akibatnya kalau berkelanjutan bisa menjadikan kita darurat ekonomi. Kita harus menyimak dan belajar lagi apa ajaran Bapak pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan, kita harus berdaulat dengan kemampuan sendiri di bidang pangan dan pertanian serta hasil hutan tanah kita subur, hutan kita luas, kita harus berdaulat di bidang energi.  

Kita punya minyak, gas alam, batu bara, kita punya gunung emas, tembaga, nikel. Kita punya permata berlian dan lain-lain, semuanya berlimpah-limpah. Dan kita punya Rakyat yang banyak, seharusnya rupiah kita kuat kenapa kita terdesak dengan dollar? Apakah harus tanya pada rumput yang bergoyang mari coba kita tanya pada penguasa negara yang sedang bingung menyiasati dampak krisis ekonomi global yang berdampak pada ekonomi kita. 


Kita punya minyak tak laku dijual kita punya batu bara tak bisa dijual, karena lebih besar biaya produksi dari nilai jual. Mau dipakai sendiri berlimpah tak terpakai mau dimasak sendiri dapur kilang minyak kita kurang dan serapan energi batu bara untuk energi pembangkit listrik juga kurang di negeri kita. Sepertinya kita salah jiplak format penyelenggaraan tata negara atau disesatkan orang pola pengelolaan negara kita ini, sehingga kita mempunyai ketergantungan besar terhadap asing alias Dollar, supaya kita tidak menjadi kuat. 

Jadi perlu juga kita simak kembali pola-pola lama ala Indonesia ke semangat juang 45 co-operasi yang sesungguhnya kepada ekonomi kerakyatan ala Indonesia. Sebenarnya kekayaan negara kita sudah lama diincar asing sebelum proklamasi bujukan-bujukan AS dengan Belanda untuk kerja sama pertambangan di Papua. 

Setelah proklamasi apa kata Bung Karno no way asing yang mau Kuasai kembali Indonesia digempurnya dan dikuasainya Irian Barat dan mulailah bujukan-bujukan modal Asing AS mau masuk ke Indonesia dengan berbagai cara dan CIA juga menyusup karena mereka tahu Soekarno sedang menegakkan pondasi kedaulatan negara harus digoyang. Alamnya kaya rakyatnya banyak dan bersitegang dengan AS dengan ancaman dan terbukti dengan tertembaknya pesawat pemberontakan Permesta di Morotai 1958 adanya peran CIA yang mendompleng pada kekacauan dalam negeri ternyata Pilot AS Allan Pope tertangkap dengan Harry Rantung menambah kuatnya bukti permainan AS/CIA dgn tertembaknya pesawat Permesta dan ditawannya pilot AS Allan Pope menyusup di Permesta. 

Dan dikatakan Bung Karno pada presiden AS Eisenhower "go to hell with your aid"....... Soekarno katakan dan terbukti terjadinya pemboman oleh Pilot AS Allan Pope dan ditembak jatuh dan ditawan. 

Dari saat itu sudah tercium masuk CIA karena oleh karenanya AS kebakaran jengot jangan-jangan Allan Pope buka mulut apa misinya di Indonesia dengan masa perundingan 4 tahun baru Alan Pope dibebaskan saat hubungan Indonesia AS mencair di masa pemerintahan Presiden AS John Kennedy yang dianggap Bung Karno masuk akal dan memihak Indonesia sampai akhirnya Presiden Kennedy tertembak..22 Nov.....1963 undangan  kunjungan Soekarno ke AS Juni1960 undangan Presiden As Eisenhower dan lanjut 1961 diundang Presiden AS JF.Kennedy dan Kennedy janji berkunjung ke Indonesia 1965. 

Tapi sebelum berkunjung ke Indonesia pada 22 November 1963 tertembak karena saat itu dialah Presiden AS yang berhubungan baik dengan Indonesia yang menurut Soekarno masuk akal di saat Pemerintahan RI no way Asing. 

Jika seandainya John F Kennedy tidak tertembak dan Soekarno masih berkuasa kontrak asing antara lain Freeport tidak seperti sekarang, di era Pemerintahan  Orde baru dimulailah welcome asing. Selama 32 tahun nampaknya kita makmur dan pembangunan maju SDA kita diobral habis-habisan sampai saat ini baru di era kabinet Jokowi -JK ada pernyataan tidak jualan SDA, ya dampaknya merosot ekonomi dan PHK kehilangan pekerjaan karena setelah lepas era orde baru kita mengekploitasi tambang2-tambang SDA kita secara luar biasa dan mengarah pada kehancuran alam dan lepas kontrol pada AMDAL untuk kelangsungan hidup. 

Nah sekarang kita terpuruk ke jurang krisis ekonomi yang kalau berlanjut pada darurat ekomomi dan pangan, jadi marilah kita bertobat nasional memohon ampun pada Tuhan terhadap hal-hal yang menimpa bangsa ini dan kembali ke pola nasionalis Indonesia yang sesungguhnya. 

Karena kita sudah salah kelola, berkat yang dititipkan Tuhan pada kita untuk kelangsungan hidup anak cucu kita sampai akhir jaman nanti, Welcome Asing tapi tunduk pada aturan dan kedaulatan negara kita. AYOO KERJA  AYOO KERJA YANG BENAR. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TERKINI

Flight Schedule Adi Sumarmo Airport

Flight Schedule Adi Sucipto Airport

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Penasehat Kabar Group: Suyoso Nantra SSos MM, CEO Kabar Group: Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs. Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Juli Prastomo, Ardi Dwi Septiawan, Staf IT & Kreatif : Muhammad Fathur, Manager Iklan dan EO : Agus Kaswanto SPAK, Staff Umum : Munadi Teguh Santoso, Abdul Rahman, Kabiro Purworejo: Wiwid, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staff Redaksi : Estu Ismoyo Aji, Rapen Enico Sabdo, Uyi Poerjo, Bayu Sukma Pamungkas, Bimo, Iffa Miskana, Penerbit: Kabar Group Kantor Pusat: Jl AW Syahrani RT 09/6 Batu Ampar, Balikappan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia Telp.: 081347420231, 087841170982, 085652021853 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com