Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Rabu, 23 September 2020

IPW : Kapolri Harus Jelaskan Pencopotan Pejabat Polda Kalsel

 SIARAN PERS IPW : Neta S Pane-Ketua Presidium Ind Police Watch

SUDAH beberapa hari kasus pencopotan tiga pejabat Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terjadi. Ketiganya dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Idham Azis. Tapi hingga kini Mabes Polri belum menjelaskan secara terang benderang soal penyebab pencopotan itu, sehingga terkesan ada yang hendak ditutup tutupi di balik kasus pencopotan tersebut. Ind Police Watch (IPW) menilai jika kasus pencopotan ini ditutup-tutupi terlihat bahwa Polri tidak promoter untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Sebab beredar berbagai kabar negatif di balik pencopotan ketiga pejabat Polda Kalsel itu. Sehingga menjadi tanda tanya benarkah pencopotan itu berkaitan dengan perang mafia tambang di Kalsel, yang berkaitan dengan pilkada? Benarkah ada kelompok yang sedang berusaha hendak melakukan penggusuran terhadap kekuatan mafia tambang kelompok HI kepada kelompok HA.

Selama ini HI dikenal sangat dekat dengan para petinggi kepolisian maupun petinggi negara. Bahkan dia bisa mengatur ngatur posisi aparatur kepolisian, sehingga HI kerap dijuluki sebagai "kapolri swasta". Saking kuatnya, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh HI. Belakangan HI ribut besar dengan kelompok HA mafia lama di dunia tambang. Keributan kedua kelompok mafia ini tidak hanya di dunia tambang, tapi juga sudah melebar ke arena pilkada.

Sebab keduanya punya jago masing masing. Sepertinya dalam pertarungan ini kelompok HI kalah kuat. Sebab "orang-orangnya" di jajaran kepolisian maupun pemerintahan sudah tergusur, sehingga otomatis kekuatannya semakin pudar. Lalu apa kaitannya dengan dicopotnya ketiga pejabat Polda Kalsel itu.

Di sinilah Mabes Polri harus bersikap transparan dan promoter untuk menuntaskannya. Apalagi wilayah kerja ketiga pejabat Polda yang dicopot itu tidak jauh-jauh dari arena pertarungan para mafia tambang tersebut. Kapolri Jenderal Idham Aziz sendiri mengeluarkan telegram dengan nomor ST/2710/IX/KEP/2020. Dalam surat yang mengejutkan tersebut dicopot beberapa pejabat yang bertugas di bawah Polda Kalimantan Selatan. Dalam surat telegram tertanggal 18 September itu disebutkan mereka yang dicopot, pertama Wadireskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Kus Subiyantoro yang dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan. Begitu pula dengan Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki dan Kasatreskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Andi Muhammad Iqbal yang juga dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan. IPW berharap Mabes Polri segera menjelaskan ketiganya dicopot dan diperiksa dalam kasus apa? (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com