Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Selasa, 13 September 2022

DinsosdukKBPPPA Beri Motivasi TP PKK : Percepatan Penurunan Stunting di Purworejo

PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi bagian paling penting sebagai Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk menyelesaikan masalah stunting di masyarakat, di mana TP PKK punya peran yang cukup strategis yang sering berhadapan atau berinteraksi dengan masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang stunting, sehingga bisa membantu pemerintah dalam upaya melakukan penurunan angka stunting sesuai target diangka 14 persen di tahun 2024 mendatang. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, saat menjadi nara sumber utama dalam kegiatan penguatan peran kader TP PKK dalam percepatan Penurunan Stunting, yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosdukKBPPPA) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, di rumah makan ABK Purworejo, pada Selasa 13 September 2022. 

Kegiatan dengan mengambil tema Kito Broyo, Stunting Lungo, Purworejo Mulyo itu, diikuti oleh Ketua Pokja 4 PKK Kecamatan, Pokja 4 PKK Kabupaten dan 5 ketua tim Penggerak PKK Kecamatan, yaitu Kecamatan Butuh, Bayan, Banyuurip, Bener dan Loano. Selain menghadirkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, kegiatan itu juga menghadirkan 2 nara sumber lain yaitu Teknical Asisten Satgas Stunting dari BKKN khusus untuk Kabupaten Purworejo, Dwijo Narko dan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, H Rujiyanto. 

Lebih lanjut, Muhammad Abdullah, menyampaikan, berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini secara nasional masih berada pada angka 24,4 persen. Guna mengatasi masalah stunting, pemerintah berupaya menekan dengan menargetkan angka stunting menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang. 

"Artinya dalam jangka waktu 2 tahun harus ada penurunan sebanyak 10 persen, namun demikian hari ini angka di Kabupaten Purworejo ternyata sudah jauh dari angka nasional bahkan sudah jauh di bawah target penurunan angka nasional, angka stunting kita hari ini berada diangka 11,74 persen," kata Abdullah saat ditemui di sela kegiatan. 

Pencapaian itu, lanjutnya, Kabupaten Purworejo dianggap berhasil menangani penurunan angka stunting, Purworejo juga menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah no 5 se-Jawa Tengah dan menjadi percontohan terbaik di Jawa Tengah. 

"Nah hal menarik itulah yang kemudian kita sampaikan kepada TP PKK Kabupaten Purworejo, karena mereka punya peran yang cukup strategis, yang sering setiap saat berhadapan, berinteraksi dengan masyarakat, bagaimana mereka memberikan pemahaman, bagiamana mereka memberikan pengertian, karena bicara soal stunting faktornya tidak hanya karena masyarakat yang kurang gizi, balita yang kurang gizi, dan tidak hanya didominasi oleh orang-orang yang kurang mampu, tetapi banyak juga masyarakat yang orang tua secara ekonomi mampu tapi anaknya terkena stunting akibat kurangnya pemahaman ibu-ibu dalam memberikan asupan gizi yang cukup dan lingkungan kesehatan yang bersih," jelasnya. 

Menurutnya, langkah kongkrit yang harus dilaksanakan oleh TP PKK adalah menyosialisasikan tentang cara penanggulangan stunting juga sosialisasi tentang asupan gizi yang ideal bagi anak- anak usia di bawah 5 tahun kepada seluruh masyarakat terutama kepada ibu-ibu yang sedang mengandung, hamil atau sedang menyusui anak-anaknya melalui forum forum resmi maupun forum tidak resmi. 

"Forum resmi misalkan pertemuan di tingkat kecamatan, tingkat desa, yang tidak resmi adalah melalui pertemuan yang biasa diadakan oleh masyarakat baik melalui selapanan RT, selapanan RW, dan lainya sebagainya, dimana masyarakat bisa menyosialisasikan tentang penanggulangan stunting dan ke depan kita harus mampu menjaga dan menurunkan angka stunting, meskipun kita sudah sukses dengan angka 11,74 persen, harapannya ke depan di tahun 2024 kita bisa berada di angka di bawah 10 persen, syukur bisa di angka 5 persen, saya yakin kalau seluruh stakeholder yang ada, seluruh masyarakat punya kepedulian yang sama angka itu dapat kita capai," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DinsosdukKBPPPA) Kabupaten Purworejo, Ahmad Jainudin, mengatakan, penyelenggaraan motivasi kepada Tim Pendamping Keluarga, tim percepatan penurunan stunting yaitu penggerak PKK tingkat kabupaten sampai kecamatan diharapkan nantinya bisa diteruskan ke tingkat desa. 

"Karena tim penggerak PKK ini menjadi bagian penting dari pendampingan keluarga berisiko stunting. Harapannya PKK bisa berfungsi semestinya mendampingi keluarga stunting, efeknya nanti stunting bisa turun, yang sudah bagus semoga bisa lebih bagus lagi dan bisa zero stunting," katanya. (widarto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com