Memberikan Berita dan Informasi Terkini di seluruh Jawa Tengah * Mau Bisnis Anda Semakin Berkembang ? Iklankan Produk anda di Kabar Jateng !!! Silahkan Hubungi di 085643358148 / 081326613938

Kamis, 07 Juli 2022

Petani Purworejo Didorong Membentuk Badan Usaha Milik Petani

P4S Meminta Komitmen dan Konsistensi Pemkab Purworejo

DKPP Purworejo sosialisasi pendirian BUMP
PURWOREJO, KABARJATENG.CO.ID - Para petani di Kabupaten Purworejo didorong untuk menyiapkan diri membentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Para pengurus kelompok tani Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) meminta agar Pemerintah Kabupaten berkomitmen dan konsisten dalam mewujudkannya dengan memberikan kemudahan-kemudahan bagi para petani di desa-desa. 

Hal itu mengemuka dalam acara sosialisasi pendirian BUMP yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo di Gasebo Lurisae area peternakan kambing Etawa milik Sumaryanto di Dusun Kebon Gunung Desa Kebon Gunung Kecamatan Loano, Rabu (6/7/2022). 

Sosialisasi diikuti antara lain para pengurus P4S dari berbagai wilayah kecamatan, Komisi Penyuluhan, para penyuluh pertanian dan para pelaku usaha pertanian. Hadir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, dan Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo. 

Penyuluh Pertanian DKPP Kabupaten Purworejo, Turoso, menyebut sosialisasi pendirian BUMP kali ini baru pada tahap paling awal untuk menjaring aspirasi dari para petani, P4S dan stakeholder terkait. Nantinya, pendirian BUMP dimotori oleh P4S. 

“Endingnya nanti kita membentuk BUMP yang embrionya adalah P4S,” sebut Turoso.  Menurutnya, saat ini ada sekira 18 P4S yang terbentuk di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo dengan berbagai komoditas pertanian. Salah satunya yakni Lurisae yang sudah memiliki mitra sekira 40 petani dan sudah cukup aktif. 

“Tiap hari mitra petani ini sudah aktif mengirimkan susu ke Lurisae. Beberapa P4S yang lain di Purworejo kami lihat juga sudah cukup aktif,” jelasnya. 

Dalam sosialisasi itu juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada 13 kelompok tani P4S. Sertifikat itu dikeluarkan sebagai bentuk legalitas oleh Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi. 

“Sertifikat ini ada beberapa level atau tingkatan. Untuk menjadi P4S minimal petani atau kelompok tani memiliki usaha tani, dijadikan pusat pelaihan, ada fasilitatornya dan memiliki Sarpras. Selain itu juga sudah memiliki jaringan pasar,” ungkapnya. 

Dengan terbentuknya BUMP di desa-desa nanti, pihaknya berharap petani lebih matang dalam mengelola usahanya sehingga mampu meningkatkan derajat kesejahteraan. “Harapannya kalau sudah terbentuk full BUMP nanti akan komersial. Produksinya jadi lebih banyak dan pasar makin luas,” tandasnya. 

Rencana pendirian BUMP mendapat tanggapan positif dari para pengurus P4S. Salah satunya Waluyo Sutopo dari P4S Sidorejo Desa Rejosari Kecamatan Kemiri. Namun, pihaknya meminta agar Pemkab melalui dinas terkait menyiapkan rencana tersebut secara matang serta menjalankannya dengan komitmen dan konsistensi. 

“Selama ini kegiatan-kegiatan yang disampaikan dinas belum jelas arahnya mau kemana. Misal di undangan ini mau bentuk BUMP, tapi bentuknya seperti apa? Yang mau mengelola siapa? Masih banyak wacana yang sangat dangkal,” ujarnya. 

Menurut dia, banyak hal yang harus dipersiapakan untuk mendirikan BUMP, misalnya dengan melalukan diidentifikasi masalah, perumusan solusi serta rencana pemodalan. “Misalnya kita bisa bentuk tim kecil dulu yang mengarah ke RPJMD Purworejo sehingga program ini tidak hanya menjadi wacana,” ungkapnya. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa selama ini P4S memiliki peran strategis bagi para petani. Namun, sayangnya P4S belum mendapatkan fasilitas yang memadai dari pemerintah daerah. Fasilitasi justru diberikan pemerintah daerah kepada KTNA. 

“Mestinya kita harus difasilitasi lebih daripada lembaga-lembaga lain yang ada di Kementan. Selama ini kita adanya hanya fasilitas dari BPPMKP di Ciawi. Anggaran itu juga sangat terbatas. Ini kan aneh karena yang dibiayai oleh Pemkab hanya KTNA,” tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Purworejo, Tunaryo, menyambut baik adanya rencana pendirian BUMP. Namun, mengingat baru tahap awal, pihaknya masih akan melakukan pengkajian lebih lanjut di lembaga DPRD. 

“Bicara BUMP kita ini masih sangat baru karena selama ini belum pernah masuk di pembahasan. Kita baru awal. Masih akan banyak berkembang,” ungkapnya. 

Lebih lanjut pihaknya juga mendorong agar para petani dapat terus melakukan upaya-upaya untuk demi meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Sertifikasi penting mengingat saat ini menjadi tuntutan pasar. “Tadi juga ada terkait holtikultura. Seperti pembibitan ini kan kita juga belum melihat bagaiamana upaya penyertifikasian dan labelisasi. Ini penting untuk memperluas jangkauan pasar,” tandasnya. (*/dnl)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flight Schedule Achmad Yani Airport

Info Cuaca Jawa Tengah

Redaksi

Pembina : Tomo Widodo SHut, Pemimpin Umum : Sigit Widiyanto SE, Pemimpin Redaksi: Drs Raga Affandi, Koordinator IT & Kreatif : Djoko Santoso, Ardi Dwi Septiawan, Bimo Satrio , Juli Prastomo , Manager Iklan : Tanti Susilowati, Manager Pemasaran dan EO : : Drs Heri Prastowo, Kepala Litbang : Ax Bowo Sutoko SPd, Staf Litbang : Edy Iriyanto, Kabiro Purworejo : Ngabdiri Koim, Kabiro Surakarta : Isvaradi, Staf Redaksi : Woro Suciningtyas SE, Duta Pamungkas, Eko Stianto , Fotografer : Rahmat Yuni Antoro, Penerbit: Kabar Group , Kantor Pusat: Jl Batu Ratna Perum Griya Karang Joang Asri 2 Blok C2 No 27 RT 15 Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara-Kota Balikpapan-Kaltim, Indonesia Telp.: 081347420231, 0853 4743 3322, 082138182572 Email: redaksi__kabarkaltim@hotmail.com